Tieffany

Welcome to my site…

KI Staff Togetherness

December18

Setelah 2 kali melakukan panggilan  interview di perusahaan2..,

Dan semuanya diterima, akhirnya aq memutuskan untuk memilih Keystone Indonesia,Pt sebagai tempat kerjaku saat itu.

Knp? Soalnya dekat dari kos ! Hahaha…. Cuma satu kali naik angkot. Tepatnya M24…Yg warna biru n kadang suka ngetem lama bgt..

Tepat tanggal 28 Desember 2009.,

Pertama kalinya aq merasakan bekerja… (Senang banget rasanya..)..

Hmmm,, pertama masuk, aq sudah disuruh baca katalog. Asli,, sumpeh deh,,, kagak ngerti sama skali. Denger yang namanya Valve aja rasanya seperti sesuatu yang susah bgt gt…

Perusahaan ini bergerak di bidang Valve and flow Control tepatnya Trading Industry … Under Tyco valve n flow Control gt deh…

Dan aq jadi Sales Engineer (SE) di situ.. Wkwkwkwkwk… Beda dengan educational background gw booo.. Tp gapapa lah, klo sepanjang ngejual Produk, gw masih sanggup.. asal ga disuruh bongkar pasang mesin aja.. Hahaha…:P

Hmmm,, di sini rata2 cewe2 SE cantik2,..kayaknya ngeliat fisik juga pas nerima Sales Engineernya..Brarti aq termasuk cantik donk..:P Hihihihihi….

Awalnya aq kaku bgt n pendiam… Tapi berhubung org2 di kantor ini ternyata narsis (kenyataan lhooo,,klo foto2 pasti ngga mau klo cm dikit,,harus beberapa kaliii !), agak bawel , n ngga ada senioritas ato pun yang sok2an ngebos gt.. Ngga ada..! Actually, asik2 deh ogr2nya…. and its make me keluar aslinya… Ribut n rusuh jg..Hahahaha…

Setelah bekerja,, 2 minggu, ada gathering untuk Sataka Group… ya perusahaan ini punya Sataka Group gt… Awalnya aq ga mo ikut, cm ada sedikit paksaan dari atasan karena masih anak baru harus ikut katanya.. So, ikud deh…But, its so great.. and i didnt apologetical it.

Nih beberapa foto2 waktu kita gathering di Pelabuhan ratu..

Ringtone Ello, Ipang, Berry, Lala – Buka Semangat Baru (NyolongMp3.Blogspot.com)

Malam ulang tahun Sataka Group.. Pelabuhan Ratu,Jawa Barat

Malam ulang tahun Sataka Group.. Pelabuhan Ratu,Jawa Barat

@ Ocean Hotel

@ Ocean Hotel

Hahaha…

Pemandian Air Panas, Cipanas Pelabuhan Ratu....

Pemandian Air Panas, Cipanas Pelabuhan Ratu....

Tapi sebelum pergi ke Pelabuhan ratu, kemarinnya kita Lunch di Hotel Mulia.,,n aq merasa ini pertama kalinya aq bersosialisasi dengan mereka. Tapi tetap saja aq masih sedikit kaku…

Ini salah satu foto di Hotel Mulia, tepatnya di restaurant Orient Eight..

@Orient Eight Restaurant, Hotel Mulia,Jkt

@Orient Eight Restaurant, Hotel Mulia,Jkt

Yah begitulah sedikit foto2 waktu gathering Sataka Group…. Enjoy n Fun lah waktu itu…^_^

Beberapa bulan kemudian kita pun lumayan sering Lunch bareng,, yaaa kalo ada PO gede’ kita pasti makan2… Hahaha…Asik kan…

Nih aq share dikit foto2 waktu kita maakan2 bersama…. (Ya setidaknya sedikit promosiin restaurant2 yg kita datengin…:P)

posted under Dear Diary | No Comments »

Antara Aku dan Dirinya

December17

Hmmm,,,

Bulan Desember, merupakan bulan yang kita berdua anggap bulan yang indah.

Knp? Krn bulan desember itu adalah bulan saat kami memulai hidup yang ngga single alias mulai berpacaaran.

Dia adalah pacar pertamaku, tapi aq bukan pacar pertamanya…

tepatnya 07 Des 2002 adalah tanggal kami jadian ..ehehe…

Aq dan dia berbeda 7 tahun. Dia lebih tua pastinya…

Aq menerima cintanya, karena aq melihat dia sangat baik dan gentleman (padahal dulu aq masih kelas 1 SMA) …

Selama ini kami long distance relationship…Tapi, kita sama-sama kuat dan sangat saling mencintai..

Saat aq sekolah, dia kuliah…(Aq di Balikpapan,dia di Jakarta)

Saat aq kuliah, dia beranjak kerja.. (Aq di Jakarta, dia di Banjarmasin)

Sampai saat ini, aq sudah kerja namun di kota yang tetap berbeda…(Aq di Jakarta, dia di Banjarmasin)

tapi dia sering kok menemui aq,, Yaaa kira2 sekitar 3 bln sekali dia datang menghampiri aq.

dan aq sangat bahagia bersama dirinya…..

Desember ini hubungan pacaran kita sudah menjadi 8 tahun…( Lama juga,,,tapi ga terasa dan ga nyadar kalo aq dah seharusnya siap untuk hubungan yg lebih serius)…

Dia sebenarnya sudah membicarakan untuk hal yang lebih serius, namun  ada satu hal yang sangat membuat kita selalu saja menunda2,, dan aq sangat sedih jika memikirkannya. Tapi mungkin itu adalah suatu keharusan untuk aq mengambil keputusan yang tepat dan benar karena ini menyangkut kehidupan kita selanjutnya dan akhirat..

Jujur daari hatiku yang paling dalam, aq sangat sangat mencintainya dan menyanyanginya. Dia sangat sangat baik memperlakukan aq selayaknya sebagai seorang perempuan dan dia selalu lembut terhadap aq.

Walaupun aq sering marah, sensitif, keras kepala, emosian, curigaan, dan kasar terhadap dia, tapi dia selalu sabar dan selalu menerima apa yang aq ucapkan dan berikan ke dia.

Sungguh aq sangat mencintai dirinya…

Sampai saat ini aq masih berhubungan dengan dia, dan aq selalu mencintainya..Begitu juga dirinya yang sangat terlihat mencintai aq…

Perbedaan prinsip antara kami yang membuat kita belum atau mungkin tidak berjalan menuju tujuan akhir kita….

But, i still love u …

Irene , 17 Des 2010…..

posted under Dear Diary | No Comments »

Kesaksian Aktor Pemeran Yesus dalam “The Passion of Jesus Christ”

April11

Kesaksian Aktor Pemeran Yesus dalam “The Passion of Jesus Christ”

THE PASSION OF JIM CAVIEZEL

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam
Film “The Passion Of Jesus Christ”. Inilah kesaksiannya. . .

JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN-PERAN KECIL
DALAM FILM-FILM YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH
DIMILIKINYA SEBELUM “THE PASSION” ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG
BERJUDUL “THE THIN RED LINE”. ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI
BEGITU BANYAK AKTOR BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU.

Dalam “The Thin Red Line”, Jim berperan sebagai prajurit yang
berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung
musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu
ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya.
Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik
perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk
memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

“Saya terkejut pada suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama
dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar
apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut
lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah, Dia
ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran
Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda.

Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, “Hallo ini, Mel”. Kata
suara dari telpon tersebut. “Mel siapa?” tanya saya bingung. Saya
tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu aktor dan sutradara
Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya.

Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang
film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film-film lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek Aramik, bahasa yang digunakan pada masa itu.

Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah risiko
terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan
film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai aktor di
Hollywood.

Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan risiko tersebut.
Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di Hollywood. Sehingga habislah seluruh karir saya dalam dunia perfilman.

Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam
film itu, saya katakan padanya. “Mel apakah engkau memilihku karena
inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan
umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia
disalibkan?”

Mel menggeleng setengah terperangah, terkejut, menurutnya ini menjadi
agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari
perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di “Thin Red
Line”.

“Baiklah, Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda
panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau
memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung
risikonya, mari kita buat film ini!”

Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, “Dapatkah saya melakukannya?” Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut membingungkan saya, karena begitu banyak referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.

Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunan-Nya melakukan semua ini.

Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu
saya bukan seseorang yang dalam hubungan intim dengan-Nya. Saya
memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan
baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang
baik dalam diri saya.

Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar.
Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola
basket. Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti
hancur seluruh hidup saya.

Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran mungkin menjadi jalan hidup saya. Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting.

Dan kini saya telah berada di puncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau
yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendak- Mu.

Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada
bayangan saya.

Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap
berdiri, saya adalah orang satu-satunya di lokasi syuting yang hampir
tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain duduk-duduk santai sambil minum kopi. Kostum kasar yang sangat tidak nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting dan membuat saya sangat tertekan.

Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul
oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu di pundak saya,
saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang
sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut. Salib itu terlalu
berat, tidak mungkin orang biasa memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga.

Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan
tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong
kesakitan, minta pertolongan. Para kru mengira itu akting yang luar
biasa, mereka tidak tahu kalau saya dalam kecelakaan sebenarnya. Saat saya memulai memaki, menyumpah dan hampir pingsan karena tidak tahan dengan sakitnya, maka merekapun terkejut, sadar apa yang sesungguhnya terjadi dan segera memberikan saya perawatan medis.

Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu.

Saya berkata pada Mel, “Saya tidak tahu kalau salib yang dipikul
Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan
Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu
kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan
film ini.”

Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan
dengan bahan yang lebih ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi,
dan mengulang seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat di dalam film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya.

Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling
mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting
penyambukan Yesus. Saya gemetar menghadapi adegan itu, karena cambuk yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm.

Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai
bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. Saya tersengat,
berteriak kesakitan, bergulingan di tanah sambil memaki orang yang
mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya untuk
memberi pertolongan. Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal
dibuat yaitu pada bagian penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat
dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus manggunakan
mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus
telanjang dan tergantung di atas kayu salib, di atas bukit yang
tertinggi disitu. Angin dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau
menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang biasa mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya.

Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya
sungguh depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya. Dari adegan-keadegan lain semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia.
Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga
seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa.
Hanya untuk berdoa, berseru kepada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini. Saya tidak bisa, masih tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus sendiri melalui semua itu, bagaimana menderitanya Dia. Dia bukan sekedar mati, tetapi mengalami penderitaan luar biasa yang panjang dan sangat menyakitkan, bagi fisik maupun jiwa-Nya.

Dan peristiwa terakhir yang merupakan mukjizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada di atas kayu salib. Saat itu tempat syuting
mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung
diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terjadi seperti yang diceritakan. Saya ketakutan tergantung di atas kayu salib itu, disamping kami ada di bukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar. Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang. Dan sayapun tidak sadarkan diri.

Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil
meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah
berkumpul di sekeliling saya, sambil berteriak-teriak, “Dia sadar!
Dia sadar!”.

“Apa yang telah terjadi?” tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah
halilintar telah menghantam saya di atas salib itu, sehingga mereka
segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mukjizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.

Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, “Tuhan,
apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan ini terjadi? Apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan?”
Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita
lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu
adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat kepada-Nya,
supaya iman kita tetap kuat dalam ujian.

Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting
itu memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa… mengagumkan… tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada di situ, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan diri-Nya sendiri.

Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat
dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang.
Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi.
Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti.
Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor.
Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.

Saya harap mereka yang menonton “The Passion Of Jesus Christ”, tidak
melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang
bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menjadi kecewa.

Tetap pandang hanya kepada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain.
Sejak banyak bergumul dalam doa selama pembuatan film itu, berdoa
menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu

telah menyentuh dan mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terjadi pada hidup anda. Amin.

Sony Pictures Studios

jamescaviezel2

posted under Keagamaan | 21 Comments »

Tips Kecantikan

April10
Irene Tiffany

Irene Tiffany (narsis)..^_^

Secara umum baik wanita mau pun pria harus menjaga kulitnya dari berbagai gangguan. Tindakan yang patut dilakukan adalah berikut ini:

• Cuci tangan yang bersih sebelum menyentuh wajah Anda
• Lakukan cleansing kulit wajah pada pagi dan malam hari: Perlu dilakukan di malam hari – meski Anda tidak ber-makeup, karena wajah mudah dinodai oleh polusi. Perlu pula dilakukan pada pagi hari, karena kulit Anda mengeluarkan lemak dan kotoran pada malam hari
• Di malam hari, luangkan waktu untuk memijat kulit untuk menstimulasi sirkulasi pertukaran sel-sel pada kulit. Pijatan lembut selama dua menit bisa menghilangkan keletihan, menyantaikan wajah dan memberi kecerahan kulit.
• Lindungi kulit secara benar, apalagi bila Anda sering bepergian.
• Banyaklah minum air putih.

Untuk kulit kering:
• Berilah kesenangan setiap saat.
• Ubah jenis produk perawatan kulit sesuai musim, iklim, dan gaya hidup Anda: lingkungan ber-AC, kehidupan di alam terbuka
• Mulailah menggunakan produk perawatan anti-ageing, segera setelah pertanda penuaan muncul. Hal ini kerap terjadi lebih cepat untuk jenis kulit Anda (utamanya di area sekitar mata)
• Hindari mandi dengan air panas, ada baiknya memakai bath oil

Untuk kulit sensitif:
• Hangatkan dulu produk perawatan di genggaman tangan sebelum Anda memakainya. Lakukan perawatan kulit tanpa menggosok
• Sebaiknya gunakan jari jemari daripada katun wol, kain atau tisu.
• Gunakan penyemprot air, jangan membasuh melalui keran air.

Untuk kulit separuh baya:
• Pilihlah produk perawatan kulit anti-ageing tergantung pada kondisi kulit, kebutuhan dan musim.
• Leher, mata, dan tangan Anda bisa mengurangi keindahan penampilan, jadi imbali mereka dengan perhatian yang sangat spesial.
• Di setiap pagi yang menyulitkan, janganlah ragu buat menggunakan produk kecantikan yang sesuai, yang bisa melembutkan permukaan kulit.
• Sering terkena sinar matahari langsung, bisa menyebabkan keriput dan noda di kulit.

Untuk kulit berminyak
• Lindungi dirimu dari sinar matahari langsung, dan penimbunan lemak di kulit wajah
• Jangan mengeluarkan jerawat dan beruntusan di wajah secara swalayan
• Lakukan perawatan peeling pada wajah sekali hingga tiga kali seminggu.(jjs).

posted under Kecantikan | 5 Comments »

Jalan-jalan Ke Pulau Bali….

April9

Tanah Lot

Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal sebagai Pulau Dewata.

Nih,, wat kamu-kamu yg inginberlibur di Pulau Bali,, bisa liat informasinya di sini : http://www.balihemat.com/

posted under Trevelling | 3 Comments »

Hello All …!! ^_^

April7

Welcome To My Binusian Blog… You can search anything here… Just click and click..

So,,,Lets check it out…

posted under Trevelling | 3 Comments »